Ads 468x60px

Selasa, 31 Desember 2013

Properti bukan Bisnis Orang Kaya


Ada benarnya bahwa bisnis properti bukan hanya bisnis milik orang-orang kaya. Bermula mencari lahan untuk perkebunan, Pak Yunus, dengan modal 30 juta dapat memperbanyak kepemilikan tanah di kawasan industri Subang.

Melihat pengalaman bagaimana Cikarang (tempatnya sekolah SD) dan Karawang berubah menjadi daerah berkembang setelah adanya kawasan industri, beliau mengambil keputusan untuk mengambil sebidang tanah, seluas kurang lebih 2.700 m2 (waktu itu masih sangat murah).

Lahan ini dijualnya kembali beberapa bulan kemudian. Memang, kenaikan harga sudah cukup menggiurkan kurang dari satu tahun. Lahan yang berada di kisaran harga 100 hingga 200 juta sangat mudah dijual kembali. Pembelinya banyak dari warga lokal juga. 

Tanah yang dibelinya 30 juta, dua bulan kemudian menjadi 60 juta. Dan enam bulan setelahnya menjadi 100 juta. Itu harga pasaran. Melihat peluang ini beliau mengajak teman-temannya untuk berinvestasi yang sama. 

Tanah tersebut dijual kembali kemudian uangnya kembali dibelikan lahan yang lebih murah dan lebih luas. Begitu harga naik, beliau menjualnya kembali. Dan membeli lahan yang letaknya lebih ke dalam karena harganya masih lebih murah.

Jadi, bisnis properti bukan sekedar membeli  properti. Namun Anda belajar untuk melihat peluang, menaksir, dan menetapkan kapan Anda memanennya. 

Mungkin Anda juga tertarik untuk mengikuti jejaknya? Cobalah cari tanah-tanah yang prospektif. Meskipun murah, dikemudian hari harga akan naik. Atau bahkan seperti yang terjadi di Subang, ada saat-saat harga tanah melonjak.

 








0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates